Atlet Olah Raga Sidoarjo Segera Dites Narkoba

Sidoarjo, Bhirawa

Banyak cara mencegah penyalahgunaan Narkoba yang bisa dilakukan. Sehingga BNNK Sidoarjo dan KONI Sidoarjopun menjalin MOU, supaya atlet olah raga di Kab Sidoarjo terhindar dari penyalahgunaan Narkoba. Mulai tahun 2017 ini, para atlit yang ada di semua cabang olah raga yang dinaungi KONI Sidoarjo, akan dites Narkoba secara bertahap.

Kepala BNNK Sidoarjo, AKBP Supriyanto SH, mengatakan tidak ada kata terlambat dalam pencegahan Narkoba.  Menurut anggota Polisi ini, sebelum ada kejadian atlet di Sidoarjo mengkonsumsi Narkoba, maka upaya pencegahan harus dilakukan.

“MOU ini nanti bisa berupa tes urine, juga lewat sosialisasi, pemasangan spanduk dan kaos untuk himbauan pencegahan,” kata Supriyanto, saat dihubungi Minggu (28/5) kemarin.

Selain akan melakukan tes urine pada atlit cabang olah raga, dalam MOU ini, lanjut Supriyanto, juga  akan dilakukan pada semua pengurus KONI Sidoarjo. Keinginan MOU ini kata Supriyanto, gayung bersambut antara BNKK Sidoarjo dan KONI Sidoarjo.

Menurut Supriyanto, sampai sejauh ini tidak sampai ada atlit olah raga di Kab Sidoarjo yang tertangkap Polisi karena penyalahgunaan Narkoba. Kalau itu sampai terjadi maka akan membuat nama jelek dirinya dan nama daerahnya. Selain itu karier olah raganya akan hancur.

“Kalau sampai terjadi seperti itu kan sangat disayangkan,” kata Supriyanto.
Karena itu tes Narkoba ini akan diusahakan tiap tahunnya. Karena pengendalian dan pengawasan pada Narkoba tidak boleh berhenti.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Ketua KONI Sidoarjo, Franki Effendi, mengatakan MOU yang dilakukan itu supaya sebelum ada kejadian apakah atlit, pelatih dan pengurus KONI Sidoarjo terjerumus dalam penyalahgunaan Narkoba. Maka pihaknya bergerak lebih dulu.

“Upaya ini kami lakukan, tujuan akhirnya untuk kemajuan dunia olah raga di Sidoarjo,” kata Franki, usai melakukan Rakor KONI Sidoarjo tahun 2017 ini.(kus)

Teks: Supriyanto.n alikus/bhirawa