KONI Gandeng Dindik BNN Unesa dan SMANOR

Sidoarjo, Bhirawa
Untuk meningkatkan kualitas kepengurusan Kominte Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo telah melakukan kerjasama dari beberapa instansi yang berkompeten. Diantaranya dengan menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BNN, Unesa serta SMANOR.

Program kersajasama, selain untuk meningkatkan kualitas kepengurusan KONI Kabupaten Sidoarjo, tentunya juga untuk meningkatkan kualitas para pengerus Cabor (Cabang Olahraga) hingga keseluruh atlet-atlet yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Untuk memperkuat kerjasama tersebut, telah diperkuat dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) yang disaksikan langsung oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dalam pembukaan Rakor KONI Sidoarjo, pada 23-24 Mei 2017.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sangat menyambut baik, mendukung penuh akan program yang dilakukan KONI Sidoarjo. Untuk itu, hubungan yang harmonis antara KONI dengan pemerintah daerah harus terjalin dengan baik. “Prestasi olahraga Sidoarjo juga harus lebih baik lagi,” kata Saiful Ilah.

Ketua KONI Sidoarjo Franki Effendi menjelaskan pihaknya menggandeng beberapa instansi tersebut merupakan bentuk komitmen kami agar kepengurusannya lebih baik lagi. Jadi yang baik bukan hanya pengurus KONI nya saja, tetapih seluruh pengurus Cabor, Pelatih hingga atletnya juga ikut bergerakan menuju kualitas yang lebih baik lagi.

Kami menggadeng SMANOR, karena di tempat tersebut banyak tempat-tempat sarana olahraga yang sangat memadai. Walaupun keberadaan SMANOR berada di bawah naungan provinsi, karena lokasinya di Sidoarjo maka bisa kita manfaatkan untuk bekerjasama salam meningkatkan kualitas para atlet. “Jadi kalau atlet-atlet kekurangan sarana dan prasarana, kita bisa menggunakan fasilitas yang ada di SMANOR,” jelasnya.

Kalau kita menggandeng dinas pendidikan dan kebudayaan tujuannya adalah agar para atlet-atlet jangan sampai ada pilihan antara olahraga dan pendidik, kalua bisa kedua-duanya harus dilakukan. Selama para atlet yang masih pelajar selalu dihadapkan dengan dua pilihan antara olahraga dan pendidikan. “Makanya kita gandeng Dinas Pendidikan agar kedua bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai ada atlet yang berhasil berprestasi mengharumkan nama besar Sidoarjo justru kesulitan mencari sekolah,” jelas Franki Effendi.

Begitu juga dengan BNN Kabupaten Sidoarjo, kami ingin para pengurus KONI, Cabor, Pelatih hingga para atlet jangan sampai terjerumus oleh benda-benda terlaralang. Salah satunya terjerumus dengan mengkonsumsi narkoba. Sebelum ada kejadian, kami melangkah lebih dulu, agar program olahraga yang sudah baik ini ternoda oleh adanya narkoba. “Dalam waktu dekat ini, kami akan mengawali dengan melakukan tes urine untuk seluruh pengurus KONI Sidoarjo,” katanya.

Sementara kalau kerjasama dengan Unesa ini kami ingin mengamankan, kami ingin mensterilkan anak-anak yang berpretasi itu dengan sport saint. Jada tolok ukur terhadap para atlet agar kondisi fisik dengan olaharaga yang diminati itu cocok, bisa sesuai. Termasuk cara latihan, gizi yang diperlukan nantinya juga bisa diukur.

Kedepan yang paling penting adalah netralitas, anaknya siapa saja kalau punya prestasi yang baik harus kita falilitasi. Tetapi selaliknya jangan sampai dipaksakan, karena atlet ini anaknya pejabat. Jadi jangan sampai terjadi seperti itu,” tegas Frenki. [ach]

Bupati Sidoarjo, Ketua KONI beserta Ka Dindik, Unesa dan SMANOR kompak bersama memajukan olahraga Sidoarjo. [achmad suprayogi/bhirawa]